|
Pesan Religi Wali Yang Jenaka
Masih segar dalam ingantan kita lagu-lagu sukses dari band Wali. Bahkan lagu pop yang menyisipkan tema komedi 'Cari Jodoh' yang di rilis beberapa saat lalu, masih menjadi lagu yang cukup digemari dan diputar di banyak media radio dan televisi hingga saat ini. Wali berhasil menjadi fenomena baru di parcaturan musik tanah air dengan berbagai gebrakannya. Ternyata Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), Ovie ((keyboard & synt), dan Nunu (bass) tidak henti-hentinya membuat kejutan di panggung musik Indonesia. Kali ini, untuk menyambut nuansa Ramadhan,mereka juga meluncurkan sebuah album bertema religi.
Bukan latah, atau sekedar ikut-ikutan. Untuk urusan album religi, bukan urusan yang sulit bagi band yang didirikan sejak 31 Oktober 1999 ini. Maklum para personil band ini memang jebolan dari Universitas Islam Jakarta. Bahkan Faank sang vokalis sendiri adalah mantan Qori. Jadi, seluruh personil Wali pada dasarnya memang sangat dekat dengan musik religi. Album religi yang memang sudah mereka siapkan sejak lama. Lalu apakah Wali menampilkan lagu bertema religi yang terkesan berat? Ternyata Wali tetaplah Wali, band yang tampil dengan musik ringan, mengoda dan pesan yang kuat walaupun di ungkapkan dengan santai.
Simak saja lagu andalan mereka 'Mari Sholawat', yang mengambil nafas dari lagu Sholawat tapi diramu dengan sentuhan pop yang ringan, walaupun ada sedikit sound rock di dalamnya. Dan tetap saja terdapat sentuhan nuansa etnis serta memasukkan lirik jenaka, sehingga lagu ini bisa diterima dengan mudah tapi dengan pesan yang cukup kuat. Simak saja sepenggal lirik dari lagu ini
'Sholatulloh Sholamulloh, Ngalatoharrosulillah
Sholatulloh Sholamulloh, Ngalayassin Habibillah
Tawasalna Bibismillah Wabilhadzirosulillah
Wakulilmudjahidilillah Biahlilbadrri Ya Alloh
Daripada kita pacaran, lebih baik kita Sholawatan
Daripada kita berduaan nanti bakal di hasyut setan....
Wali,sepertinya mengajak kaum muda, untuk lebih berkonsentrasi atau menyambut nunasa Ramadahan dengan baik dan benar. Tanpa berusaha menggurui atau mendoktrin. Justru tampil dengan nuansa santai dengan aransemen musik yang mudah di cerna. Seperti ciri musik yang mereka mainkan selama ini. Bahkan di album ini, mereka juga meluncurkan idiom-idiom baru, yang juga mempunyai makna dan pesan yang kuat. Seperti tampak di lagu lainnya yang bertitel 'Tomat (Tobat Maksiat)'. Sebuah pesan ringan yang merupakan sebuah ajakan.
Tentu saja Wali tetap berada di jalur-nya. Jika kebanyakan band pop menrilis album religi dengan ramuan musik dan pesan yang cenderung berat, tapi tidak bagi band ini. Karena menurut mereka, sebuah ajakan dengan nuansa yang ringan akan lebih cepat sampai dan lebih mudah diterima. Apalagi jika diselipi dengan nuansa komedi. Sebuah himbauan yang memang untuk penggemar Wali khususnya dan penikmat musik di tanah air pada umumnya, yang sudah terlanjur akrab dengan karakter bermusik mereka selama ini.***(sTr)
|